ATAMBUA, FORTITERNEWS.COM – Semangat memperkuat peran generasi muda dalam menjaga wilayah perbatasan RI-RDTL ditandai dengan pengukuhan Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan RI-Timor Leste (RDTL) di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin (17/8/2026).

Pengukuhan tersebut berlangsung usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 RI di kawasan Pos Kohanum PLBN Motaain. Momentum ini menjadi bagian dari upaya melibatkan generasi muda dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah terdepan Indonesia.

Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan dikukuhkan langsung oleh Tenaga Ahli Pengajar Lemhannas RI, Irjen Pol. Dr. Chaidir, S.H., S.I.K., M.Si., M.P.P., M.Han., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Wadah tersebut berada di bawah binaan Satgas Citarum BAIS TNI dan dibentuk sebagai ruang partisipasi pemuda perbatasan untuk mendukung tugas aparat dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah perbatasan.

Dalam keterangannya usai kegiatan, Irjen Pol. Dr. Chaidir mengatakan keberadaan Pemuda Penjaga Perbatasan diharapkan dapat memperkuat kesadaran bela negara sekaligus membangun kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah dan masyarakat.

“Dengan pengukuhan Pemuda Penjaga Perbatasan di kawasan perbatasan, kita berharap dapat menjaga keamanan, kedamaian, serta mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah perbatasan, dan masyarakat,” ujar Chaidir.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda yang berada di wilayah perbatasan, memiliki peran penting dalam membantu menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Aliansi tersebut diharapkan dapat menjadi mitra strategis aparat dalam melakukan deteksi dini, pengawasan berbasis masyarakat serta menyampaikan informasi mengenai berbagai perkembangan dan dinamika yang terjadi di wilayah perbatasan.

Hal ini dinilai penting mengingat wilayah perbatasan RI–RDTL memiliki bentang wilayah yang luas dan menghadapi berbagai potensi kerawanan, termasuk pelanggaran perbatasan, penyelundupan maupun aktivitas ilegal lainnya.

Para anggota Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan dipilih melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti rekam jejak nasionalisme, integritas, kepedulian terhadap wilayah perbatasan serta komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadiran pemuda dalam wadah ini bukan untuk mengambil alih tugas dan kewenangan aparat keamanan. Sebaliknya, mereka ditempatkan sebagai mitra strategis yang dapat membantu memberikan informasi dari lapangan secara cepat, tepat dan bertanggung jawab. (*)

By admin