Pemerintah Kabupaten Ende secara resmi melepas mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah menyelesaikan pengabdian di sejumlah desa. Di balik apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa, keberlanjutan program dan tindak lanjut hasil pengabdian menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian. Acara penerimaan laporan kegiatan sekaligus pelepasan mahasiswa MBKM berlangsung di Kantor Bupati Ende, Rabu 29 Juli 2026, pukul 09.00–10.30 WITA //foto: Dok pribadi

ENDE, FORTITERNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Ende secara resmi melepas mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah menyelesaikan pengabdian di sejumlah desa.

Mahasiswa yang melakukan kegiatan MBKM selama 2 bulan dari bulai Mei-Juli 2026 di dua Kecamatan, yakni di Kecamatan Ende di Desa Riaraja, Desa Ruku Ramba dan Desa Wolo Karo, sedangkan di Kecamatan Nangapanda, yakni di Desa Ondorea dan Desa Ondorea Barat.

Di balik apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa, keberlanjutan program dan tindak lanjut hasil pengabdian menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.

Acara penerimaan laporan kegiatan sekaligus pelepasan mahasiswa MBKM berlangsung di Kantor Bupati Ende, Rabu 29 Juli 2026, pukul 09.00–10.30 WITA, .

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ende Yoseph Benediktus Badeoda, Penjabat Sekretaris Daerah, Gabriel Dala, Koordinator pendamping MBKM sekaligus Dekan terpilih Fisip UNWIRA, Dr. Apolonaris Gai, S.IP., M.Si” serta beberapa Dosen Pendamping lainnya: Dr. Lucy Max, S.Sos, M.I.Kom., Maximilianus Ardon Bidi, S.IP., M.Sos. Maria Florencia Yunita Bello, M.I. Kom.

Dr. Apolonaris Gai, S.IP., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang telah mendukung pelaksanaan program MBKM. Ia juga memberikan kesempatan kepada perwakilan mahasiswa dari masing-masing desa untuk memaparkan hasil kegiatan, capaian, hingga berbagai pengalaman selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Laporan mahasiswa menunjukkan beragam aktivitas yang telah dilakukan, mulai dari pendampingan administrasi desa, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kapasitas kelembagaan desa. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menghubungkan pembelajaran di kampus dengan realitas sosial di lapangan.

Bupati Ende, Yoseph Benediktus Badeoda, dalam sambutannya mengapresiasi dedikasi mahasiswa yang telah mengabdi di berbagai kecamatan dan desa.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan sejumlah program di desa, tetapi juga menghadirkan gagasan baru yang dapat mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah memilih Kabupaten Ende sebagai tempat belajar sekaligus mengabdi. Kehadiran mereka memberikan energi baru bagi desa-desa melalui berbagai inovasi dan kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat,” ujar Bupati.

Sebagai simbol penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, dilakukan penyerahan plakat oleh Dr. Lucy Max, S.Sos, M.I.Kom., kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang diterima langsung oleh Bupati Ende.

Meski demikian, pelepasan mahasiswa bukan sekadar seremoni penutup. Program MBKM akan memberi dampak lebih besar apabila hasil pendampingan yang telah dilakukan tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya masa penugasan mahasiswa. Berbagai inovasi, rekomendasi, maupun program pemberdayaan yang telah dirintis membutuhkan komitmen pemerintah desa dan pemerintah daerah agar dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Ende secara resmi melepas mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang telah menyelesaikan pengabdian di sejumlah desa. Di balik apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa, keberlanjutan program dan tindak lanjut hasil pengabdian menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.
Acara penerimaan laporan kegiatan sekaligus pelepasan mahasiswa MBKM berlangsung di Kantor Bupati Ende, Rabu 29 Juli 2026, pukul 09.00–10.30 WITA //foto: Dok pribadi

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai menjadi modal penting dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa. Tantangannya kini bukan hanya menghadirkan mahasiswa ke tengah masyarakat, melainkan memastikan bahwa pengetahuan, inovasi, dan praktik baik yang ditinggalkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

//Hermen Jawa

By admin