NAGEKEO,FORTITERNEWS.COM — Pemulihan jaringan irigasi menjadi salah satu perhatian dalam penanganan dampak gempa bumi Flores berkekuatan magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kegiatan pertanian masyarakat tetap berjalan dan produksi pangan tidak terganggu.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Joaz Bily Oemboe Wanda, SP mengatakan koordinasi dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah pusat, serta instansi terkait yang menangani sumber daya lahan dan air.
“Penanganan di lapangan tidak hanya diarahkan untuk memulihkan infrastruktur yang terdampak gempa, tetapi juga memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi, jelasnya kepada wartawan di Kupang pekan lalu.

Dia menjelaskan, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian memiliki tugas dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang lahan dan irigasi pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya lahan dan air untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
“Koordinasi lintas sektor menjadi penting agar pemulihan pascagempa tidak berhenti pada perbaikan fisik jaringan irigasi. Aspek produksi pertanian dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada lahan sawah juga perlu menjadi bagian dari penanganan,” ungkapnya.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Nagekeo sebagai salah satu wilayah yang terdampak gempa Flores M7,7. Kondisi tersebut membuat pemulihan berbagai sektor, termasuk pertanian, menjadi bagian penting dalam upaya penanganan pascabencana.
Jaga Produksi Pangan
Pemulihan jaringan irigasi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di Nagekeo. Saluran irigasi yang kembali berfungsi akan membantu distribusi air ke lahan pertanian secara lebih efektif dan memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan kegiatan budidaya.
Ketersediaan air juga menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko gangguan produksi, terutama pada lahan sawah yang bergantung pada jaringan irigasi.
Selain memulihkan fungsi infrastruktur, upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pertanian yang lebih tangguh terhadap berbagai risiko, termasuk bencana alam. Infrastruktur produksi yang memadai, didukung koordinasi lintas sektor dan respons lapangan yang cepat, diperlukan untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Kunjungan ke wilayah Waekokak juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah pusat, instansi pengelola sumber daya air, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus memastikan infrastruktur irigasi dapat kembali mendukung kegiatan usaha tani masyarakat.
Dengan penanganan yang terkoordinasi, fungsi jaringan irigasi diharapkan dapat kembali optimal. Kebutuhan air untuk pertanaman padi tetap terjaga, aktivitas usaha tani dapat berlanjut, dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo dapat berlangsung secara bertahap.
//Hermen Jawa
