KUPANG, FORTITERNEWS.COM--Pastor Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang, Romo Longginus Bone (Romo Dus) menyampaikan terima kasih kepada umat Stasi Santa Maria Fatima, Noelsinas dan Stasi Santo Agustinus, Bello, serta umat di pusat paroki yang telah berpartisipasi aktif dalam ziarah rohani sejak Selasa dan Rabu (29-30/9/2026) hingga Kamis (1/10/2026).
Romo Dus menjelaskan, ziarah rohani dari pusat paroki pada Selasa (29/9/2026) menuju Stasi Santa Maria Fatima, Noelsinas dan hari Rabu (30/9/2026) prosesi dilanjutkan dari Noelsinas ke Stasi Santo Agustinus, Bello dan pada Kamis (1/10/2026) dari Bello ke pusat paroki dalam rangkaian tiga peristiwa iman, yaitu Bulan Kita Suci Nasional (BKSN), Pesta Pelindung Paroki dan penerimaan Sakramen Krisma.

Puncak semua kegiatan ini pada hari Minggu (4/10/2026) yang ditandai perayaan ekaristi penerimaan Sakramen Krisma untuk 420 umat. Perayaan ekaristi akan dipimpin oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Kepada panitia tiga kegiatan tersebut alam hal ini Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Romo Dus menyampaikan terima kasih atas persiapan hingga pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar dan sukses selama ziarah rohani .
“Terima kasih umatku semua atas partisipasi aktif mengikuti ziarah rohani ini. Panitia kegiatan dalam hal ini DPP, saya sampaikan terima kasih atas kerja samanya sehingga prosesi rohani sejak dari pusat paroki ke Noelsinas dan Bello berjalan lancar dan sukses,” ujar Romo Dus, di Kapela Stasi Agustinus Bello, Rabu (30/9/2026) sore.
Dalam ziarah rohani yang baru pertama kali dilaksanakan ini, umat ikut prosesi mengantar Sakramen Mahakudus, Kitab Suci, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi ke Stasi Santa Maria Fatima, Noelsinas di Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang pada Selasa (29/9/2026), pada hari Rabu 30/9/2026) diantar ke Stasi Santo Agustinus, Bello, Kota Kupang.
Romo Dus menyampaikan terima kasih kepada pihak kepolisian dari Polsek Maulafa, Kota Kupang dan Polsek Nekamese, Kabupaten Kupang yang telah mwngawal dan menjaga keamanan selama prosesi rohani.
Ja’i Sambut Sakramen Mahakudus dan Arca Bunda Maria
Tarian Ja’i dari komunitas etnis Bajawa, Riung dan Nagekeo (Barina) Kupang menyambut kedatangan Sakramen Mahakudus, Kitab Suci, Arca Bunda Maria, dan Arca Santo Fransiskus dari Asisi dalam rangkaian ziarah rohani dari Stasi Maria Fatima, Noelsinas ke Stasi Santo Agustinus, Bello, Rabu (30/9/2026).
Ziarah rohani umat Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang yang dimulai pada Selasa, 29 September 2026 dari pusat paroki menuju Stasi Santa Maria Fatima, Noelsinas.

Dalam ziarah ini umat paroki mengantar Sakramen Mahakudus, Kitab Suci, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi dari pusat paroki menuju Stasi Maria Fatima, Noelsinas di Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Di stasi ini Sakramen Mahakudus, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi ditahtakan satu malam dan pada Rabu, 30 September 2026 diarak menuju Stasi Santo Agustinus, Bello, Kecamatan Kolhua, Kota Kupang.
Prosesi rohani umat Katolik ini dalam rangkaian perayaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), Pesta Pelindung Paroki dan penerimaan Sakramen Krisma 420 orang umat Katolik di paroki pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Dari Stasi Santa Maria Fatima, Noelsinas, peziarah membawa Sakramen Mahakudus, Kita Suci, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Asisi menuju Stasi Santo Agustinus, Bello. Di kapela stasi Sakramen Mahakudus, Kitab Suci, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi ditahtakan satu malam.
Pada Kamis, 1 Oktober 2026 diarak menuju gereja pusat paroki di BTN pada sore hari yang dilanjutkan dengan pembukaan doa bulan Rosario.
Penghayatan Iman
Ketua Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Fatima, Noelsinas, Ambros Ambun, mengatakan ziarah rohani ini merupakan bagian dari penghayatan iman umat Katolik yang perlu dijalani dengan penuh keyakinan.
“Ini adalah perayaan iman Katolik yang mesti dirayakan dengan penuh iman,” ujar Ambros.

Bagi umat, prosesi pengantaran Sakramen Mahakudus, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan. Kehadiran umat dalam perjalanan ziarah rohan tersebut menjadi kesempatan untuk berdoa, membangun kebersamaan, dan mempersiapkan diri menyambut rangkaian perayaan iman di tingkat paroki.
Dari Noelsinas, prosesi kemudian diterima umat Stasi Santo Agustinus Bello. Tarian Ja’i khas Nagekeo menjadi salah satu bentuk ungkapan sukacita umat dalam menyambut kedatangan rombongan. Saat tiba di perbatasan Noelsinas dan Bello tepatnya di Terminal Bello, Sakramen Mahakudus, Kitab Suci, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi disambut Tarian Ja’i. Demikian pula ketika tiba di depan Stasi Santo Agustinus Bello diterima dengan Tarian Ja’i.
Menggugah Kesadaran Umat
Ketua Dewan Pastoral Stasi Santo Agustinus Bello, Danatus Maneha mengatakan, ziarah rohani adalah perjalanan spiritual untuk menggugah dan mengajak umat Katolik di paroki ini melepas rutinitas harian demi memperdalam iman dan menyadari kasih Tuhan.
Don melihat umat begitu khusuk mengikuti ziarah iman ini sejak hari Selasa hingga Rabu saat Sakramen Mahakudus, Kitab Suci, Arca Bunda Maria dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi diarak dari pusat paroki ke Noelsinas dan dari Noelsinas ke Stasi Santo Agustinus Bello.
Tidak hanya itu, demikian Don, ziarah rohani ini adalah sarana pertobatan dan doa untuk merenungkan hidup dan memohon rahmat sekaligus mendekatkan diri kepada Tuhan.
Hal yang menggembirakan, kata Don, adalah sikap warga yang berkeyakinan lain yang juga menikmati prosesi ini tanpa menggerutu dan mengomel sekalipun perjalanan mereka agak terganggu.
Memperkuat Persaudaraan
Umat Stasi Santo Agustinus Bello, Rofinus Muni, mengatakan penyambutan tersebut merupakan bentuk sukacita sekaligus ungkapan kebersamaan umat dalam menyambut rangkaian perjalanan iman.
“Kami menyambut kedatangan Sakramen Mahakudus, Arca Bunda Maria, dan Arca Santo Fransiskus dari Asisi ini dengan penuh sukacita. Bagi kami umat Bello, ini bukan sekadar penyambutan, tetapi bagian dari kebersamaan dalam iman dan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan,” ujar Rofinus.
Menurut dia, keterlibatan umat dalam prosesi tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persaudaraan antarkomunitas umat dalam wilayah Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua.
“Kami berharap seluruh umat dapat mengambil bagian dalam kegiatan ini. Semoga perjalanan iman dari Noelsinas, Bello hingga Kolhua membawa berkat dan semakin mempererat persatuan umat,” katanya.
Selanjutnya, seluruh pesta iman umat akan dipusatkan di Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua. Sebelum seluruh rangkaian perayaan berlangsung, umat terlebih dahulu akan mengikuti penghormatan terhadap Sakramen Mahakudus melalui triduum selama tiga hari berturut-turut.
Kegiatan tersebut berlangsung sejak Selasa di Kapela Santa Maria Fatima Noelsinas, Rabu di Kapela Santo Agustinus Bello, dan selanjutnya di pusat Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua.
Ziarah rohani selama tiga hari, yaitu Selasa, Rabu (29 – 30/9/2026) dan Kamis (1/10/2026) dikawal oleh pihak keamanan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Maulafa, Kota Kupang dan Polsek Nekamese, Kabupaten Kupang.
Rangkaian perjalanan iman itu selanjutnya bermuara di Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua. Puncak rangkaian kegiatan dijadwalkan bertepatan dengan perayaan penerimaan Sakramen Krisma bagi lebih dari 400 umat pada Minggu (4/10/2026).
Perayaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi umat untuk memperdalam kehidupan iman, terutama melalui doa Rosario selama Bulan Rosario dan keterlibatan bersama dalam kehidupan menggereja.
Dengan demikian, perjalanan Sakramen Mahakudus, Arca Bunda Maria, dan Arca Santo Fransiskus dari Assisi dari Noelsinas menuju Bello dan kemudian menuju pusat paroki di BTN, Kolhua bukan hanya perpindahan dari satu stasi ke tempat lain.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari perjalanan iman umat yang menghubungkan komunitas-komunitas Katolik dalam semangat kebersamaan menuju seluruh rangkaian pesta iman yang dipusatkan di Paroki Santo Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kupang
// (Hyeron Modo)
